Berbagi Pengalaman Melakukan Stimulasi Dini Bayi Prematur Kecil
Artikel Berbagi Pengalaman Melakukan Stimulasi Dini  Bayi Prematur Kecil Artikel Berbagi Pengalaman Melakukan Stimulasi Dini  Bayi Prematur Kecil Artikel Berbagi Pengalaman Melakukan Stimulasi Dini  Bayi Prematur Kecil
Artikel yang kami angkat kali ini merupakan sharing seorang ibu yang pada bulan Mei 2013 lalu melahirkan seorang bayi prematur 29 minggu karena pre-eklamsia berat. Bayi lahir secara sectio cesaria, jenis kelamin laki-laki dengan berat 1200 gram. Karena keadaan yang sangat kritis, bayi di rawat di ruang rawat intensif NICU (Neonatal Intensive Care Unit). Bayi mengalami sesak dan sulit bernapas akibat paru-paru yang belum matang (Hyaline Membrane Disease = HMD), ditambah dengan duktus arteriosus yang sangat besar (Patent Ductus Arteriosus = PDA). Kedua hal tersebut membuat kondisi bayi menjadi sangat kritis sehingga kehidupannya perlu ditunjang dengan mesin bantu napas (ventilator), obat pematangan paru-paru dan penguat kerja jantungMasih teringat dengan jelas oleh ibu, pada minggu ke 2 Juni 2013 ibu memperhatikan mata bayi tampak menatap wajah ibu, dan seakan ia baru bangun dari tidurnya. Sejak itu pada saat menjenguk ibu selalu mengusahakan lebih banyak waktu untuk menatap bayinya (eye contact). Walaupun masih dalam keadaan lemah, bayi terlihat dapat bereaksi saat diberi sentuhan dan dipegang tangannya, bahkan wajahnya dapat menunjukkan ekspresi seperti tersenyum saat kakinya di gelitik ibu (lihat pandangan mata dan ekspresi wajah bayi di foto 1). Terlihat disini peran orang tua yang memperhatikan dengan cermat setiap perubahan-perubahan sekecil apapun yang terjadi pada bayinya. EYE Contact dan sentuhan adalah contoh stimuasi dini yang sangat penting.Tanggal 21 Juli 2013, bayi telah dinyatakan cukup sehat untuk di bawa pulang ke rumah. Orang tua dan kakak memperlakukan bayi sebagaimana bayi umumnya, bukan sebagai bayi prematur yang memerlukan perlakuan khusus walau kadang masih merasa khawatir karena kondisi bayi masih rentan terhadap lingkungannya. Sehingga kebersihan dan kondisi ruangan bayi dan rumah sangat diutamakan.Pada usia 5 bulan (usia koreksi 2 bulan bilamana bayi lahir cukup bulan) bayi sudah bisa tersenyum sosial dan mengenal orang-orang terdekatnya, tersenyum apabila melihat dan di dekati orang tua, dan kakak-kakaknya –( lihat foto 2). Perkembangan ini terlihat sangat baik sebagai dasar bagi tumbuh kembang selanjutnya. Dokter juga menganjurkan untuk memberikan jenis mainan dan cara mengajak main yang merangsang bayi untuk: * menegakkan kepala* menoleh ke kiri dan ke kanan* meraih dan memegang mainan Hari demi hari terlihat respon perkembangan yang makin baik seiring dengan perkembangan motoriknya seperti berbalik sendiri, duduk, dan merangkak (foto 3). Kesabaran dan ketelatenan dari orang tua didukung oleh kakak-kakaknya yang tidak pernah bosan menemani dan mengajak main adik kecilnya sangat mendukung pesatnya tumbuh kembang bayi ini. Pada usia 10-11 bulan ( usia koreksi 7-8 bulan) terlihat bayi sudah mulai bisa merambat berdiri untuk mencari mainan yang disimpan di kotak mainannya (lihat foto 3). Saat ini tumbuh kembang secara keseluruhan sudah hampir menyamai bayi lahir cukup bulan pada umumnya.Berbagi pengalaman ini untuk menunjukkan betapa pentingnya stimulasi yang dimulai dini sejak hari-hari pertama bayi prematur lahir dilanjutkan dengan kesabaran / ketelatenan dalam bermain bersama disertai dengan memperhatikan cara bermain akan sangat membantu bayi mencapai tumbuh kembang yang optimal.
Artikel
Bg logo kupu kupukolom search
“Meningkatkan Tumbuh Kembang dan KecerdasanDengan Nutrisi, Stimulasi Dini & Bermain”
Copyright © 2014 - drBabyKu.com. Allright Reserved | visitor : 426970
Apabila tidak bisa akses dengan baik melalui Ipad atau gadget lainnya web dibuka dengan request Desktop site
Jasa Pembuatan Website By IKT